Skip to main content

...Kisah Laki-laki dan Perempuan...

Ada sebuah kisah tentang penciptaan laki-laki dan perempuan. Pada saat Sang Pencipta telah selesai menciptakan laki-laki. Ia baru menyadari bahwa Ia juga harus menciptakan perempuan.

Padahal semua bahan untuk menciptakan manusia sudah habis dipakai untuk menciptakan laki-laki. Kemudian Sang Pencipta merenung sejenak, dan kemudian Ia mengambil lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon anggur, goyang rumput yang tertiup angin, mekarnya bunga, kelangsingan dari buluh galah, sinar dari matahari, tetes embun dan tiupan angin.

Ia juga mengambil rasa takut dari kelinci dan rasa sombong dari merak, kelembutan dari dada burung dan kekerasan dari intan, rasa manis dari madu dan kekejaman dari harimau, panas dari api dan dingin dari salju, keaktifan bicara dari burung kutilang dan nyanyian dari burung bul-bul, kepalsuan dari burung bangau dan kesetiaan dari induk singa.

Dengan mencampurkannya bahan semua itu, maka Sang Pencipta membentuk perempuan dan memberikannya kepada laki-laki. Laki-laki itu merasa senang sekali karena hidupnya tidak merana dan kesepian seorang diri.

Setelah satu minggu, laki-laki itu datang kepada Tuhan, katanya: ‘Tuhan, ciptaan-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku membuat hidupku tidak bahagia. Ia bicara tiada henti sehingga aku tidak dapat beristirahat. Ia minta selalu untuk diperhatikan. Ia mudah menangis karena hal-hal sepele. Aku datang untuk mengembalikan perempuan itu kepada-Mu, karena aku tidak bisa hidup dengannya’.

‘Baiklah’, kata Sang Pencipta. Dan Ia mengambilnya kembali. Beberapa minggu kemudian, laki-laki itu datang lagi kepada Tuhan dan berkata, ‘Tuhan, sejak aku memberikan kembali perempuan ciptaan-Mu, kini aku merana kesepian.’

‘Tiada lagi yang memperhatikanku, tiada lagi yang menyayangiku. Aku selalu memikirkan dia, ke mana pun aku pergi, aku selalu ingat dia. Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak. Aku rindu kepadanya. Di kala aku sendirian, kubayangkan wajahnya yang cantik, kubayangkan bagaimana ia menari dan menyanyi. Bagaimana ia melirik aku. Bagaimana ia bercakap-cakap dan manja kepadaku. Ia sangat cantik untuk dipandang, dan sedemikian lembut untuk disentuh. Aku suka akan senyumannya. Tuhan, kembalikan lagi perempuan itu kepadaku!’.

Sang Pencipta berkata, ‘Baiklah’. Ia memberikan perempuan itu kembali kepadanya. Tetapi, tiga hari kemudian laki-laki itu datang lagi kepada Tuhan dan berkata, ‘Tuhan, aku tidak mengerti. Mengapa dia memberikan lebih banyak lagi kesusahan dari pada kegembiraan. Dia semakin menyebalkan. Aku tidak tahan lagi dengan sikap dan tingkah lakunya. Aku berdoa kepada-Mu. Ambillah kembali perempuan itu. Aku tidak dapat lagi hidup dengannya’.

Sang Pencipta balik bertanya, ‘Kamu tidak dapat hidup lagi dengannya?’.

Laki-laki itu tertunduk malu, ia merasa putus asa. Dalam hatinya ia berkata, ‘Apa yang harus aku perbuat? Aku tidak dapat hidup dengannya, tetapi aku juga tidak dapat hidup tanpa dia. Tuhan, ajarilah aku untuk mengerti apa arti hidup ini?’.

‘Belajarlah untuk memahami perbedaan dan belajarlah untuk berani menerima perbedaan dalam hidupmu! Pahamilah dan usahakanlah apa yang menjadi kebutuhan mendasar dari pasangan hidupmu!’, jawab Tuhan.

Dan inilah enam kebutuhan mendasar laki-laki dan perempuan:
~ Perempuan membutuhkan perhatian dan laki-laki membutuhkan kepercayaan.
~ Perempuan membutuhkan pengertian dan laki-laki membutuhkan penerimaan.
~ Perempuan membutuhkan rasa hormat dan laki-laki membutuhkan penghargaan.
~ Perempuan membutuhkan kesetiaan dan laki-laki membutuhkan kekaguman.
~ Perempuan membutuhkan penegasan dan laki-laki membutuhkan persetujuan.
~ Perempuan membutuhkan jaminan dan laki-laki membutuhkan dorongan.

Comments







Instagram