Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2012

Mencintaimu...

Aku bersembunyi di balik kata-kata, tempatku mengagumimu tanpa ketahuan. Mengapa? Karena aku takut untuk mencintaimu; aku takut kamu tidak mencintaiku. "Setiap pertemuan pasti berujung pada perpisahan, tetapi tidak setiap cinta berujung pada patah hati. Meski demikian, jika kamu berani untuk mencintai, kamu juga harus berani untuk patah hati." Tidak! Aku bukan tidak berani mengambil risiko itu. Cinta sangat mampu membuat seorang yang paling dewasa dan kuat sekali pun menjadi seorang anak kecil yang sangat rapuh. Cinta sangat mampu membuat seorang yang paling cerdas sekali pun menjadi seorang yang paling bodoh. Aku takut menjadi anak kecil yang rapuh, aku takut menjadi bodoh. Tapi... Yang paling ku takutkan adalah mendapati kenyataan bahwa kamu tidak mencintaiku. Ya! Aku takut untuk patah hati. Terlalu takut, hingga takut untuk mengakuinya. "Nama lain dari kejujuran adalah keberanian untuk dilukai; dari kepercayaan: keberanian u

Rintihan Seorang Putri Cina

Tuhan...   Aku tak pernah meminta   untuk dilahirkan ke dalam dunia,   pun tak meminta   untuk dilahirkan sebagai seorang putri cina.   Dunia begitu keras berkata,   begitu dingin bersikap, terhadap putri cina sepertiku. Aku lelah, Tuhan.   Aku tak sanggup menahan semuanya seorang diri.   Dunia terlalu kejam terhadapku.   Tuhan...   Seandainya aku boleh memilih,   aku tak ingin dilahirkan ke dalam dunia   sebagai seorang putri cina;   sebagai sesosok yang berbeda dari mereka.   Aku pun tak ingin anakku kelak   mengalami hal yang sama, Tuhan;   aku tak ingin anakku dilahirkan ke dalam dunia   sebagai seorang putri cina.   Salahkah aku jika aku cina?   Aku tak pernah memintanya.   Salahkah aku? by: ckk ^^ 04 Februari 2012 kamarku ~ Yogyakarta sekitar pk 20.10 WIB

secuplik kisah dariku yang 'mencintaimu pagi, siang, malam'

Cinta membawa keajaiban. Aku bertemu denganmu. Bukan indah matamu yang meneduhkanku, tapi caramu memandangku. Menatap matamu, duniaku lumpuh di hadapanmu. Adakah sihir yang lebih berbahaya? Tatapan matamu. Aku terkurung dalam keindahan. Cinta yang memilihmu, bukan aku yang mencarimu. Aku memilihmu, tidak di antara pilihan, tetapi karena aku memilihmu. Aku mencintaimu, bukan karena dia tidak mencintaiku. Aku hanya punya dua pilihan: Mencintaimu... Atau mencintaimu. Kalau saja aku punya banyak ruang untuk mencintai. Aku hanya akan mencintaimu. Saja. Cinta yang begitu. Cinta yang terlalu. Begitulah aku terlalu mencintaimu. Cintamu tak pernah mengajariku, tapi membuatku menjadi diriku yang lebih baik. Aku ingin menjadi pagi untukmu, yang mencintaimu dari hari ke hari. Pagi adalah caraku mengatakan aku selalu ada untukmu. Aku tak pernah meragukanmu, seperti pagi yang datang setiap kali. Mencintai pagi, mencintai kamu. Seperti merpati yang selalu kembali. Seperti matahari kepada pagi, itul






Instagram