Skip to main content

Posts

What Does Love Mean?

This is from a widely circulated email where the source is unknown: A group of professional people posed this question to a group of 4 to 8 years old, "What does love mean?" The answers they got were broader and deeper than anyone could have imagined. See what you think: "When my grandmother got arthritis, she couldn't bend over and paint her toenails anymore. So my grandfather does it for her all even when his hands got arthritis, too. That's Love." Rebecca - age 8 When someone loves you, the way they say your name is different. You just know that your name is safe in their mouth." Billy - age 4 "Love is when a girl puts on perfume and a boy puts on shaving cologne and they go out and smell each other." Karl - age 5 "Love is when you go out to eat and give somebody most of your French Fries without making them give you any of theirs." Chrissy - age 6 "Love is what makes you smile when you're tired." Terri - age 4 ...

A Little Story From Jogja...

Hmm... Aku lupa kapan tepatnya semua ini dimulai. Yang aku ingat, semua terjadi begitu saja, terjadi begitu cepat. Akhir Oktober, status Merapi tiba-tiba berubah menjadi “AWAS”. Penduduk di lereng Merapi mulai dievakuasi satu per satu ke tempat-tempat yang lebih rendah dan lebih jauh dari Merapi demi keselamatan mereka. Hari demi hari, jumlah posko pengungsian semakin banyak seiring dengan semakin banyaknya jumlah penduduk yang harus dievakuasi. Semua ini aku ketahui dari layar kotak yang bisa menampilkan gambar bergerak dari berbagai tempat. Sedih sekali rasanya saat aku duduk di depan layar kotak itu dan berusaha menikmati apa yang disajikannya saat itu, apalagi sebelum ini dia juga menyajikan cerita tentang banjir bandang di Wasior dan gempa serta tsunami di Mentawai. Tidak hanya sedih, aku juga takut. Takut menyaksikan banyak kematian melalui layar kotak itu, takut membayangkan banyak kematian yang telah dan akan terjadi di dekatku, dan takut jika kematian menjemputku dengan cara y...

...hatiku...

Jika sebuah marshmallow jatuh, ia tidak akan berubah bentuk. Marshmallow itu akan tetap berupa marshmallow. Tetap utuh seperti semula. Tetapi, jika sebuah kaca jatuh, ia tidak akan utuh lagi. Bentuknya akan berubah. Kaca itu akan pecah dan hancur menjadi kepingan-kepingan, bahkan serpihan-serpihan kaca kecil, yang pasti akan berserakan ke mana-mana, dan susah untuk mengumpulkan semua kepingan dan serpihannya kembali seperti semula. Hatiku tidak terbuat dari marshmallow. Hatiku terbuat dari kaca. Sangat rapuh dan mudah pecah. Hatiku sudah lama jatuh, pecah, dan hancur menjadi kepingan-kepingan, bahkan serpihan-serpihan kaca kecil. Aku sudah berusaha untuk mengumpulkan dan menyatukan kembali kepingan dan serpihan kaca itu menjadi hati yang utuh. Menjadi sebuah hati kaca yang indah, yang pernah ku miliki dulu. Tetapi, setiap aku berusaha untuk mengumpulkan dan menyatukan kembali kepingan dan serpihan kaca hatiku itu, tanganku pasti terluka, Luka terkena kepingan dan serpihan kaca hat...

...cinta...

Cinta itu indah. Tetapi tidak selamanya cinta itu indah. Bukan cinta itu sendiri yang membuatnya tidak indah, Melainkan orang-orang yang mengaku memiliki cinta dalam hatinya. Merekalah yang membuat cinta menjadi tidak indah. “Aku, sang pecinta, akan membuatmu bahagia dengan cintaku!” Tetapi, apa yang ia lakukan? Ia terus-menerus menyakiti orang yang dicintainya dengan cinta yang terus-menerus diagung-agungkannya itu. Ia merasa dirinyalah yang paling memiliki cinta. Ia merasa cinta akan selalu berpihak padanya. Ia yakin, jika ia menyakiti orang yang dicintainya dengan sengaja atau pun tidak, Cinta akan selalu menolongnya. Cinta akan selalu membawa orang yang dicintainya kembali kepadanya, Dengan luka-luka yang sudah disembuhkan oleh cinta. Setelah orang yang dicintainya kembali kepadanya, Apa yang ia lakukan? Apakah ia bertobat? Tidak! Ia kembali menyakiti orang yang dicintainya terus-menerus dengan cinta yang terus-menerus diagung-agungkannya itu. Lalu, apakah cint...

Let's Fight!!!

Kebanyakan orang menganggap pertandingan hanya tentang menang atau kalah, padahal pertandingan lebih dari itu. Mental seperti inilah yang meyebabkan kita sulit untuk maju. Hanya berorientasi pada hasil akan mengakibatkan seseorang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hasil yang baik tanpa memperhatikan proses yang dilalui. Padahal justru proses itu sendiri yang menentukan siapakah juara yang sebenarnya dalam sebuah pertandingan. Tidak hanya pertandingan dalam olahraga, tetapi juga pertandingan dalam bisnis, berkarya, berinovasi, dan pertandingan-pertandingan lainnya, karena sebenarnya hidup kita ini dipenuhi oleh bermacam pertandingan, walau pun tidak semuanya tertulis dan tidak semuanya disadari. Perjanjian Baru membandingkan kehidupan seorang Kristen dengan pertandingan lari yang dilakukan oleh seorang atlet. Sadar atau tidak, setiap kita sedang berada dalam arena pertandingan. Tetapi, tidak semua orang mau menjadi pemainnya, kebanyakan hanya mau menjadi penonton. Ada banyak ...






Instagram